ARZI Logo
Kembali
5 min read

OpenClaw vs Hermes Agent: Mana yang Tepat untuk Workflow AI Kamu?

Kalau kamu sekarang mengevaluasi AI agent framework untuk pekerjaan sehari-hari, kemungkinan besar kamu akan bertemu dua nama yang sering dibandingkan: OpenClaw dan Hermes Agent.

Keduanya open-source, keduanya bisa di-host sendiri, keduanya bisa mengelola inbox, menjalankan cron jobs, dan terintegrasi dengan aplikasi messaging. Di permukaan, mereka terlihat mirip.

Tapi begitu kamu menggali lebih dalam, perbedaannya cukup fundamental.

Ini bukan soal mana yang "lebih baik" — ini soal mana yang lebih cocok untuk workflow yang kamu punya.


Platform dan Integrasi

Mari mulai dari yang paling praktis: platform mana yang menutupi use case kamu?

OpenClaw mendukung 22 channel. Ini termasuk yang standar (Telegram, Discord, Slack, WhatsApp) tapi juga opsi yang kurang umum seperti iMessage, IRC, LINE, Nostr, Twitch, dan Zalo. Kalau workflow kamu melibatkan banyak platform — apalagi yang spesifik ke Asia Tenggara — OpenClaw punya jangkauan yang lebih luas.

Hermes Agent mendukung 13 channel. Secara angka memang lebih kecil, tapi mereka mengimbanginya dengan dukungan kuat untuk platform enterprise Asia — DingTalk, Feishu, WeCom. Kalau tim kamu menggunakan platform enterprise China, Hermes lebih siap langsung digunakan.

Intinya: OpenClaw menang dalam hal keluasan. Hermes menang dalam integrasi spesifik enterprise Asia.


Arsitektur: Gateway-First vs Runtime-First

Ini adalah perbedaan core yang paling fundamental.

OpenClaw adalah sistem gateway-first.

Arsitekturnya: Channel (Telegram, Discord, dll) -> OpenClaw Gateway (Node.js) -> AI Model (Claude, GPT, Gemini, dll). Gateway menangani session management, skill dispatch, hook execution, approval security, dan multi-agent routing. Model-nya bisa ditukar — tukar model, semua konfigurasi channel dan skills tetap intact.

Hermes Agent adalah sistem runtime-first.

Hermes membungkus gateway di sekitar learning agent. Di mana OpenClaw mengorganisir semuanya di sekitar central controller, Hermes fokus ke siklus "do, learn, improve" — agent mengelola eksekusi task, belajar dari hasil, dan menyempurnakan dirinya sendiri seiring waktu.

Secara filosofis: OpenClaw adalah tools yang kamu konfigurasi. Hermes Agent adalah rekan tim yang belajar.


Skills: Statis vs Self-Generated

Salah satu perbedaan paling mencolok di antara keduanya — bagaimana mereka menangani skills.

Skills OpenClaw adalah file statis yang kamu tulis danelola. File SKILL.md yang mendefinisikan behavior, trigger conditions, dan langkah-langkah action. Kamu yang menulis, kamu yang update, kamu yang kelola. 5.700+ community skills tersedia di ClawHub.

Skills Hermes Agent dibuat secara otonom. Agent membuat skills dari task yang selesai, menyempurnakan selama penggunaan, dan mengumpulkan pengetahuan dari sesi ke sesi. Kamu tidak perlu menulis SKILL.md secara manual — agent mencari sendiri cara mengotomatiskan tugas yang berulang.

Tradeoff-nya jelas: OpenClaw memberimu kontrol. Hermes memberimu otomatisasi.

Kalau kamu suka memahami persis apa yang terjadi di workflow agent kamu, OpenClaw lebih transparan. Kalau kamu mau agent yang belajar dan berkembang tanpa intervensimu, Hermes lebih menarik.


Memory: Modular vs Multi-Level

OpenClaw menggunakan modular memory framework — memory hidup terpisah dari gateway, di-index di file storage. Kamu bisa menukar atau memperluas memory provider tanpa mempengaruhi konfigurasi gateway.

Hermes Agent punya sistem memory tiga level: session memory (percakapan saat ini), persistent memory (fakta dan preferensi antar sesi), dan skill memory (pola solusi yang agent pelajari). Ditambah — agent melakukan self-evaluation dan menimpa skill memory kalau menemukan pendekatan yang lebih baik.

Untuk workflow yang berjalan lama, pendekatan memory Hermes lebih canggih. Untuk pengguna yang fokus pada transparansi, model memory OpenClaw lebih bisa diprediksi.


Keamanan: Masalah CVE OpenClaw

Ini perlu dibahas dengan jujur.

OpenClaw mengalami beberapa CVE kritis di 2026. Patch tersedia, tapi faktanya tetap: arsitektur gateway-first dengan banyak plugin channel = permukaan serangan yang lebih luas.

Hermes Agent punya default yang lebih aman — prompt injection scanning dan credential filtering bawaan. Untuk use case yang sensitif, postur keamanan Hermes lebih menenangkan sejak awal.

Kelebihan OpenClaw: komunitas lebih besar, patch lebih cepat ditemukan. Kekurangan: lebih sering ditargetkan.


Setup Multi-Agent

Kalau kamu direncanakan untuk menjalankan multiple agent:

OpenClaw merutekan named agents lintas channel dari satu gateway. Kamu bisa punya main, scribe, optimus — masing-masing dengan channel sendiri, identity sendiri, permission sendiri.

Hermes menggunakan Profiles — setiap profile adalah agent yang sepenuhnya terisolasi dengan config, memory, sessions, skills, dan gateway process sendiri. Lebih terisolasi, tapi lebih berat.

Penggunaan komunitas: sekitar 20% pengguna sebenarnya menjalankan keduanya bersama — OpenClaw untuk orkestrasi, Hermes untuk eksekusi. Ini pendekatan yang valid kalau kamu punya workflow yang kompleks.


Kapan Memilih Yang Mana

Pilih OpenClaw kalau:

  • Kamu butuh jangkauan channel yang luas (22 platform)
  • Kamu sudah familiar dengan ekosistem TypeScript/Node.js
  • Kamu mau transparansi penuh tentang apa yang agent lakukan
  • Kamu menjalankan setup multi-agent dengan persona berbeda
  • Kamu butuh akses ke 5.700+ community skills
  • Kamu lebih suka kontrol daripada otomatisasi

Pilih Hermes Agent kalau:

  • Kesederhanaan setup penting untukmu
  • Kamu mau agent yang belajar dan berkembang seiring waktu tanpa intervensi
  • Workflow kamu melibatkan platform enterprise Asia (DingTalk, Feishu, WeCom)
  • Privasi dan isolasi sandbox adalah prioritas
  • Kamu menggunakan Python dan mau mengintegrasikan local inference (vLLM, llama.cpp)
  • Kamu mau self-hosting yang straightforward

Kesimpulan

OpenClaw dan Hermes Agent menyelesaikan masalah yang sama dari arah berbeda.

OpenClaw memberimu infrastruktur yang bisa kamu kirimi pesan — gateway yang sangat bisa dikustomisasi, dengan ekosistem komunitas yang massive. Kamu kontrol segalanya.

Hermes Agent memberimu rekan tim yang belajar — agent yang akan menjadi lebih baik setiap kali kamu gunakan. Kurang transparan, tapi lebih otonom.

Untuk sebagian besar web developer yang menggunakan AI tools setiap hari: OpenClaw mungkin sudah cukup. Jangkauannya lebih luas, ekosistemnya lebih matang, dan kamu tahu persis apa yang sedang terjadi.

Tapi kalau kamu punya workflow berulang yang ingin kamu otomatisasi tanpa harus menulis semua skill secara manual — Hermes Agent layak dicoba.

Omong-omino, migrasi dari OpenClaw ke Hermes itu mudah: hermes claw migrate bisa mengimpor seluruh persona, memory, skills, konfigurasi, dan API keys kamu.

Menerima proyek baru

Anda butuh solusi,
Bukan sekadar aplikasi vibe-coded.

Membangun web apps dan otomatisasi yang dibuat untuk bertahan. Mari bicara tentang apa yang Anda bangun — tanpa komitmen, tanpa deck presentasi. Hanya percakapan nyata.